Ducati Scrambler Punya 2 Varian Baru: Cafe Racer dan Desert Sled

2017 ducati scrambler cafe racer

Indomoto.com – Ducati meluncurkan dua varian baru Scrambler, Desert Sled dan Cafe Racer di gelaran EICMA 2016 yang berlangsung di Milan, Itali (10 – 13 Vov 2016). Dua-dua keren banget, brosis.


Ducati Scrambler Desert Sled

Desert Sled merupakan upgrade Ducati Scrambler versi lama yang dianggap kurang memenuhi ekspektasi penggemar off-road. Sesuai dengan namanya, Desert Sled didesain untuk menaklukkan gurun, maka swing-arm, suspensi dan ban mendapat perhatian utama.

Ducati Scrambler Desert Sled



Swing-arm Desert Sled terbuat dari aluminium dengan dimensi yang lebih panjang dan lebih kuat didandingkan dengan Scrambler 800.

Suspensi depan lebih besar dengan Kayaba 46mm. Baik suspensi depan maupun belakang memiliki travel yang lebih panjang yang dapat diatur kelenturannya.

Ducati Scrambler Desert Sled

Ban depan berukuran 19″, dan belakang 17″, keduanya buatan Pirelli yang memang didesain untuk medan off-road.

Desert Sled tersedia dengan warna pilihan White Mirage dan Red Dusk.

Ducati Scrambler Cafe Racer

Dibekali engine yang sama, namun Cafe Racer didandani dengan jok khas Cafe racer dan stang aluminium model clip-on.

Cafe Racer tersedia dengan warna Black Coffee, yang merupakan paduan antara warna hitam strip warna emas yang manis banget.

Ducati Scrambler Cafe Racer

Kesan klasik semakin kuat dengan penyematan plat bernomor ’54’ di bawah jok. Nomor ’54’ adalah nomor pembalap Ducati yang terkenal di era 50-an, Bruno Spaggiari.

Berbeda dengan Desert Sled, Cafe Racer mengusung ban berukuran 17″ depan dan belakang.

Ducati Scrambler Cafe Racer



Desert Sled dan Cafe Racer dibekali engine yang sama dengan kapasitas 803cc, L-twin, berpendingin udara dan cairan. Mampu menghasilkan tenaga hingga 75 HP pada 8.250 rpm, dan torsi 69 Nm pada 5.750 rpm. Engine ini sudah memenuhi standard Euro 4.

Desert Sled dan Cafe Racer baru akan tersedia di dealer pada April 2017 mendatang dengan perkiraan harga $11,395 (sekitar 148 juta rupiah). Tunggu . . . itu harga “sono” ya, kalau di Indonesia harganya bisa 2 atau 3 kali lipat 🙂



Add Comment

Tulis komentarmu

%d