Templates by BIGtheme NET

Recall . . . Bukan Recall ?

product recall

Ada sebuah keyword yang lagi ngetrend minggu ini: RECALL. Ijinkan Indomoto yang newbie ini ikut beropini. Menurut Wikipedia, product recall adalah “a request to return to the maker a batch or an entire production run of a product, usually due to the discovery of safety issues or a product defect“.

Menurut HowStuffWorks, “An automotive recall is a way for a manufacturer to tell you that there could be something about your car or truck that presents a risk of injury or property damage“.

Indomoto pernah menuliskan beberapa kasus recall yang pernah terjadi di luar negeri. Setelah Indomoto perhatikan, recall suatu produk itu, terutama produk kendaraan bermotor, memiliki pola yang sama:

1. Penemuan masalah. Ditemukan masalah yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, penumpang, dan kendaraan itu sendiri. “Berpotensi” itu ibarat sebuah dinding yang miring, ada kemungkinan dinding itu ambruk di kemudian hari, tapi bisa juga tidak. Tapi tidak perlu menunggu dinding itu ambruk untuk benar-benar diperbaiki. Recall memang sebuah tindakan pencegahan (preventive)

2. Pemanggilan konsumen. Konsumen yang menggunakan produk tertentu (model tertentu, lot tertentu) dipanggil ke dealer untuk diperiksa kendaraannya. Karena belum tentu semua produknya cacat, ya tentu saja diperiksa terlebih dahulu sebelum perbaikan. Itu urutan yang standar di mana-mana.

3. Perbaikan gratis. Jika memang ditemukan masalah tersebut, kendraan tersebut akan mendapat perbaikan. Gratis.

Nah . . . terkait dengan masalah swing arm di CB150R, apakah benar ada recall? Kita simak kata Pak Wedi (GM Service AHM), yang saya kutip dari blog Master IWB : “Berdasarkan laporan yang masuk dari konsumen adanya pemasangan swing arm yang nggak bener …kita segera tanggap untuk selidiki. Kita ambil komponen dan analisa.” (Penemuan masalah).

“Kita juga sudah sosialisasikan kepada main dealer dan jaringan untuk mengundang customer kita via telp atau surat untuk dicek. Jadi sifatnya ini hanya preventif.” (Pemanggilan konsumen).

Menurut IWB di kolom komentar: “Jika ditemukan ketidak sempurnaan dan masuk kategori perlu diganti…..AHM akan replaced komponen gratis bro, tidak dipungut biaya”. (Perbaikan gratis).

So . . . meskipun AHM tegaskan tidak benar ada recall CB150R, namun kalau melihat polanya, ini sama dengan recall produk yang terjadi di luar negeri. Sayangnya tidak ada lembaga yang khusus mengurusi hal-hal seperti ini di Indonesia tercinta ini, jadi siapa yang berhak bilang ini recall atau bukan recall?

Ya sudah gitu saja . . . CMIIW, maklum newbie 🙂

Catatan:
Gambar dari Om Orong-orang

14 comments

  1. Setuju.., itu namanya ya recall. Dulu Toyota Innova saya waktu beberapa waktu saya beli juga di-recall Toyota Astra kirim surat utk membawa mobil ke bengkel karena ada part yg harus dicek dan diganti gratis.
    Seharusnya produsen tdk usah kuatir mengakui ada recall, itu kan justru bentuk tanggung jawab produsen utk kebaikan konsumen.

  2. Belum ada konfirmasi resmi tho? Dari ngahaem mksdnya

  3. Kenapa malu bilang recall?

  4. Beda bahasa…… tapi sama intinya mah…. yang penting keberanian untuk mengakui….

  5. Bahasa Marketingnya AHM aja kalo bro… gak ada masalah hehehe

  6. Saya datang hanya buat ngelapor kalau saya pindah rumah pak.

    http://yudha79.wordpress.com/2014/02/11/pindahan-rumah-baru/

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: