Advertisements

Balap Liar Tak Selamanya Kelam

Kalau tengah malam melintas di jalanan Jakarta yang lengang, kadang kita akan bertemu dengan balap liar yang cukup mengganggu. Mungkin spontan kita akan memaki, “Kalau balapan jangan di sini dong, sono di Sentul”. Namun kalau kita berada di sisi yang berbeda, mungkin kita akan merasakan sesuatu yang berbeda pula.

Setiap orang punya minat, hasrat, bakat yang berbeda. Tidak semua orang dapat menyalurkannya di jalur yang tepat. Menjadi pembalap resmi yang bisa main di Sentul bisa jadi impian para pembalap liar ini. Tapi tidaklah mudah mendapat kesempatan itu.

Menarik sekali melihat salah satu episode film dokumenter Eagle Award yang ditayangkan Metro TV beberapa waktu lalu (Sebenarnya Indomoto ketinggalan siaran langsungnya, hanya lihat di Youtube saja).

Film sepanjang 20 menit ini diawali dengan cuplikan berita dari Tribunnews.com tanggal 15 April 2012, “Indonesia Police Watch mencatat sejak bahwa sejak tahun 2009 hingga 2012, setidaknya terdapat 195 orang tewas di arena balap liar” . . . dengan background musik Motorbreath punya Metallica.

Menurut Indra Santoso, pemilik bengkel Tekno Tuner, “Joki itu kaya kerja lah, dia harus tanggung jawab, harus punya mental, harus berusaha, harus kuat, harus fokus . . . dan sisanya harus cerdas pada saat fight” .

Lanjutnya, “Ini judi, tapi ini bukan judi kartu. Kartu kan gak bisa disusun, tapi kalau ini kita bisa nyusun kartu. Kita menyusun kemampuan kita, dedikasi kita, strategi kita, habis lawan ini, lawan siapa . . . ”

Di sisi joki, mengharukan juga mendengar kisah Novry Hendrian, “Saya mendingan bantu orang tua, kan adik saya sekolah. Buat bantu bayaran sekolah adik saya . . . sisanya untuk orang tua.”

Last . . . film ini ditutup dengan quote dari Rifat Sungkar, “Balap Liar Akibat Kurangnya Fasilitas”

Monggo ditonton sendiri sampai habis.

Advertisements
Tags: , , , , , , ,

Comments
  1. wongndeso94
    • Yoshi
  2. wongndeso94
  3. inline4
  4. Mas Sayur
  5. orong-orong
  6. Mas Huda
  7. redbike92
  8. Kang_Har
  9. Rina

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: