Sate Cak Umar Bandar Lampung . . . Maknyosss




Saatnya makan malam, saya tak punya banyak pilihan di kota yang baru pertama kali saya kunjungi ini, Bandar Lampung. Maka saya pilih sebuah warung yang paling dekat dengan hotel tempat saya menginap, Warung Sate Cak Umar.

Warung yang berada di Jalan Raden Intan ini memiliki halaman yang luas, enak buat parkir mobil dan motor. Begitu masuk, saya langsung menuju meja tempat pemesanan. Saya pesan, “10 tusuk sate kambing, 1 nasi putih, dan 1 jeruk panas”.



“Satenya mau yang biasa atau yang super?”, tanya ibu setengah baya yang menerima pesanan saya.

“Emang bedanya apa?”, tanya saya.

“Kalau yang super daging semua”, jawab ibu itu.

Terbujuk oleh kata “super” itu, akhirnya saya pun pilih yang super tersebut. Walaupun sebenarnya saya kurang begitu paham maksud jawaban ibu itu. Setahu saya sate itu dimana-mana juga isinya daging, bukan kelapa 🙂

Sekilas saya layangkan pandangan ke seluruh ruangan. Ada sekitar 20 meja yang diatur dengan jarak yang renggang. Ada akuarium besar di ujung sana, dengan ikan-ikan kecil yang tubuhnya memantulkan cahaya dengan warna keperakan.

Saya pilih duduk agak pojok agar tak menarik perhatian pengunjung yang lain saat saya mengambil photo hidangan yang saya pesan 🙂

Setelah kurang lebih 5 menit menunggu, air jeruk pesanan saya datang duluan. Sayang tidak panas seperti yang saya inginkan, hanya hangat-hangat kuku.

Beberapa saat kemudian, datanglah nasi putih dan sate kambing super. Penyajiannya biasa saja, seperti umumnya sate kambing, dengan potongan-potongan bawang merah dan cabe hijau ditaburkan di atasnya.




Eksekusi dimulai, tusuk pertama . . . daging terasa empuk. Tapi kok kurang pedas ya? maka saya tambahkan sambal dari mangkok plastik yang memang tersedia di meja. Lho kok masih kurang pedas juga. Akhirnya saya coba kunyah dagingnya bersamaan dengan potongan-potongan bawah merah dan cabe. Baru deh terasa maknyosss.

Setelah ritual selesai, kini tiba saatnya acara yang paling ditunggu-tunggu oleh yang punya warung, membayar. Beehubung nota pesanan saya hilang, terpaksa saya sebutkan ulang pesanan saya, dan harga totalnya adalah 50 ribu rupiah.

Hmmm . . . cukup surprise juga. Biasanya, untuk menu yang sama saya cukup membayar 20 – 30 ribu saja di Bogor atau Bekasi. 50 ribu adalah cukup mahal untuk satu porsi sate kambing.

Akhirnya saya keluarkan duit 1 lembar 50 ribuan, saya bayar tagihan tersebut tanpa menawar. Ya iya lah, masak menawar . . . gengsi lah.

Nam, kalau kamu sedang berkunjung ke Bandar Lampung, boleh lah Warung Sate Cak Umar ini kamu coba.



36 Comments

  1. mansarpost
    23/11/2014
  • yusufblog23
    23/11/2014
    • Yoshi
      23/11/2014
      • yusufblog23
        23/11/2014
        • Yoshi
          23/11/2014
          • yusufblog23
            23/11/2014
          • Yoshi
            23/11/2014
          • yusufblog23
            23/11/2014
    • gearbalap
      09/01/2020
  • adityaprad
    23/11/2014
  • potretbikers
    24/11/2014
  • KLX Adventure
    24/11/2014
  • 3835info
    08/01/2020
  • warungasep
    08/01/2020
  • JeckminatoR☠
    08/01/2020
  • ardiantoyugo
    09/01/2020
  • viwimoto.com
    09/01/2020
  • Anangcozz
    09/01/2020
  • SatuAspal.Com
    09/01/2020
  • BMSPEED7.COM
    09/01/2020
  • otomaniaid
    09/01/2020
  • andikadiego
    09/01/2020
  • Budi Cahbrogo
    09/01/2020
  • IndoRide.com
    09/01/2020
  • roda2makassar
    09/01/2020
  • goozir
    09/01/2020
  • rudyasmandara
    09/01/2020
  • A'A
    09/01/2020
  • imotorium
    09/01/2020
  • Elang Jalanan
    09/01/2020
  • TerasBiker.com
    10/01/2020
  • WarungBiker.com
    10/01/2020
  • jokohariyanto
    10/01/2020
  • Motomazine
    10/01/2020
  • motogokil
    10/01/2020
  • Add Comment

    Tulis komentarmu

    Exit mobile version