Touring Perdana Honda ADV150, Seperti Apa Rasanya?

Touring Perdana Honda ADV150

Indomoto.com – Alhamdulillah, Indomoto menjadi salah satu blogger yang beruntung bisa mengikuti touring bertajuk “World Premiere Riding Experience” Honda ADV150. Motor terbaru dari PT Astra Honda Motor (AHM) ini resmi diluncurkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada bulan Juli lalu. Seperti apa keseruannya, yuk kita simak.

Touring yang diikuti oleh jurnalis, blogger, vlogger, dan jajaran managemen AHM serta dealer Honda ini dibagi menjadi 4 batch, masing-masing terdiri dari 12 rider. Kebetulan saya dapat batch ke-4 alias batch terakhir.

Mulai jam 06:30 halaman parkir Hotel Harris, Sunset Road, Denpasar telah ramai dengan kesibukan peserta touring yang menyiapkan safety gear, memasang action cam, serta mengecek kondisi motor.

Batch pertama start dari halaman parkir Hotel Harris, Denpasar tepat jam 8:00 waktu setempat setelah sebelumnya didahului dengan sambutan oleh management AHM, penjelasan safety riding, pemanasan, serta doa bersama.

Untuk menghindari barisan yang terlalu panjang, yang tentunya dapat menganggu lalu lintas, maka setiap batch diberangkatkan dengan jarak sekitar 10 menit. Jarak tempuh total sekitar 190 km, terbagi menjadi 4 etape.

Etape 1

Di etape pertama ini kami melalui jalur sepanjang kurang lebih 60 km. Di 30 km pertama kami melalui jalan perkotaan Denpasar yang lumayan padat. Untungnya ada petugas PJR yang mengawal kami di depan, membukakan jalan buat kami, sehingga kami dapat melalui jalur ini tanpa kesulitan. Boleh dibilang jalur ini adalah jalur lambat, kami menempuh jalur dengan kecepatan antara 20 sampai 40 km/jam.

Di 30 km berikutnya, jalur mulai seru. Banyak tikungan yang lumayan tajam, kami melaluinya dengan mudah, karena ADV150 ini meskipun dimensinya bongsor tapi ternyata sangat mudah dikendalikan, tepat seperti perkiraan saya waktu test ride di GIIAS lalu.

Buat kami yang datang dari luar Bali, jalur ini sangat menarik karena kami melewati banyak pura serta rumah-rumah penduduk yang memiliki ornamen serta hiasan khas Bali.

Ngopi di Gong Jatiluwih Tabanan

Istirahat sambil ngopi di Gong Jatiluwih Tabanan

Di akhir etape, kami beristirahat di Gong Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Menikmati kopi asli Bali yang sedap sambil melihat gunung di kejauhan.

Etape 2

Jalur yang kami lewati di etape kedua ini semakin menantang. Banyak tikungan tajam, bahkan U-turn disertai dengan tanjakan dan turunan yang lumayan ekstrim. Sekali lagi ADV150 menunjukkan ketangguhannya. Kami tidak mengalami kesulitan yang berarti.

Satu-satunya kendala yang saya rasakan adalah rombongan touring yang terlalu rapat. Sehingga saat melahap tikungan yang tepat diikuti oleh tanjakan tajam, saya merasakan tarikan agak berat di awal tanjakan karena kurang ancangan (awalan).

Pada beberapa titik di mana permukaan jalan bergelombang, bahkan berlubang, shock depan ADV150 yang punya stroke relatif panjang, sangat terasa kerjanya, sehingga perjalanan tetap nyaman. Schok belakang terasa lebih keras, tapi tidak terlalu mengganggu.

Track Touring Honda ADV150

Track Touring Honda ADV150 (Photo by WarungAsep.net)

Tidak cuma merasakan ketangguhan ADV150, kami juga menikmati pemandangan sawah dan gunung yang indah di sisi kanan dan kiri dari jalur ini.

Etape ini berakhir di Restaurant Sari Mountain View, Jalan Raya Panelokan, Kintamani, Bangli yang menghadap Gunung dan danau Batur yang sangat indah. Di sini kami beristirahat, makan siang, serta menjalankan sholat Jumat.

Etape 3

Di separoh awal etape ketiga ini, kami masih melalui tikungan-tikungan yang tajam, tapi cenderung lebih kencang dari pada etape kedua. Beberapa jalur lumayan lurus dan sepi, sehingga kami dapat membetot gas ADV150 dengan lebih leluasa. Apalagi permukaan jalan di sini relatif sangat mulus.

Di beberapa titik, kami dapat menggeber motor matik ini hingga 80 – 90 km/jam. Pada kecepatan ini ADV150 masih sangat stabil, licah, dan mesinnnya sangat senyap.

Di separoh akhir etape ini kami memasuki jalan By Pass IB Matra yang lumayan lengang. Rombongan semakin kencang, saya sendiri sempat mencapai kecepatan 116 km/jam. Tentu saja ini bukan kecepatan maksimum yang dapat diraih ADV150.

Setelah menempuh perjalanan sepanjang sekitar 50 km kami beristirah sejenak di Indomaret di jalan By Pass IB Matra.



Etape 4

Di etape terakhir ini kami kembali memasuki kota Denpasar yang kebetulan sangat macet di sore hari ini. Karena padatnya kendaraan, rombongan sempat terputus, saya sendiri termasuk yang terpisah dari rombongan karena terjebak kemacetan.

Di sini, ADV150 kembali diuji ketangguhannya untuk menempuh jalur stop and go. Tarikan yang enteng berkat torsi maksimal yang dihasilkan oleh mesin ADV150 pada putaran bawah, membuat kami mudah melalui jalur ini. Kelincahan motor ini juga memudahkan untuk selap-selip di sela-sela mobil yang macet.

Saya mencoba menggeber motor untuk mengejar rombongan yang berada di depan, rem ABS yang tangguh dan sangat stabil sangat membantu saya untuk menghindari tubrukan dengan kendaraan di depan saya.

Etape ini berakhir di Mall Bali Galeria yang berada di kawasan Kuta, di mana kami menghadiri gelaran launching Honda ADV150 untuk regional Bali.

Add Comment

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: