Ini Lho Medical Check Up Yang Harus Dijalani Faerozi Di Yamaha VR46 Master Camp

Indomoto.com – Pembalap muda Indonesia, Faerozi saat ini sudah berada di Cattolica, Italia untuk mengambil bagian dalam program Yamaha VR46 Master Camp angkatan ke-6.

Seperti sudah di singgung sebelumnya, Faerozi (15) merupakan pembalap termuda di angkatan ini. Selain Faerozi Shota Yokohama asal Jepang (16 tahun) dan dua pembalap dari Malaysia yakni Muhammad Aiman Bin Tahiruddin 16 tahun, kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin juga (18 tahun).

“Sungguh hal yang luar biasa, bahwa kami dapat menyambut para pembalap berbakat di Yamaha VR46 Master Camp. Program pelatihan telah berjalan cukup lama sejak kami mulai tahun 2016, dan kami akan mencoba untuk membuat edisi keenam ini sebagai yang terbaik. Peserta terbaru ini adalah dari Asia,” ujar Alessio Salucci dari VR46 Riders Academy yang juga sahabat dekat Valentino Rossi.

“Kami tahu seperti juga edisi sebelumnya bahwa kami harus dapat memberi mereka beberapa keterampilan pelatihan yang tidak sering digunakan di negara asal mereka, terpenting dapat membuat sebuah perbedaan untuk karir balap mereka. Selalu menyenangkan untuk membantu pengendara mudameningkatkan level balap mereka.”

“Kami melihat banyak talenta dari Asia masuk dalam semua kelas di kejuaraan MotoGP dan kami berharap, dengan bantuan kami minggu ini, para peserta dapat dilengkapi hingga tahu bagaimana mewujudkan impian mereka,” pungkas Salucci.

Tahap awal dari Yamaha VR46 Master Camp yang dijalani racer binaan Yamaha Indonesia usia 15 tahun tersebut ialah Medical Check-up. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dann mengontrol kondisi tubuh atau kesehatan secara menyeluruh sebelum masuk dalam tahap awal pelatihan Master Camp.

Sehubungan Medical Check-up yang berlangsung 20 menit untuk setiap pembalap, pihak VR46 Riders Academy bekerjsama dengan Fisiosport dengan dukungan Dokter Marco. Medical Check-up menyangkut langkah mengukur tinggi dan berat badan, dimana Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur memiliki bobot 51 kg dan tinggi 168 cm.



Kemudian juga dilakukan Spirometry, yaitu tes yang digunakan untuk menilai seberapa baik paru-paru bekerja dengan mengukur seberapa banyak udara yang dihirup, seberapa banyak mengeluarkan napas dan seberapa cepat menghembuskan napas. Spirometri digunakan untuk mendiagnosis asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan kondisi lain yang mempengaruhi pernapasan.

Selain itu, masih ada pemeriksaan torax (pernafasan), pemeriksaan tekanan darah, Cardioline (6 titik di bagian kaki, tangan dan dada sebelum aktivitas dan lanjut Cardioline lagi (6 titik di bagian kaki, tangan dan dada sesudah aktivitas selama 3 menit). Cardioline ini berhubungan dengan pengukuran detak jantung dan asupan oksigen.

“Pertama-tama, saya ingin berterima-kasih kepada Yamaha atas dukungan dan keyakinan mereka pada saya. Saya ingin menggunakan pengalaman ini untuk meningkatkan keterampilan balap saya di masa depan. Jadi saya dapat menggunakannya ketika saya pulang ke tanah air,”

“Saya sangat gembira tentang prospek latihan flat-track di VR46 Motor Ranch dan juga dapat latihan di Sirkuit Misano,” kata pembalap yang punya nama lengkap Muhammad Faerozi Toreqottulah ini.

Selama di Itali, Faerozi didampingi oleh Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang juga manajer tim Yamaha Racing Indonesia yang konsen di balap Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018).



Advertisements
Tags:

Tuliskan komentarmu

%d bloggers like this: