Sebaiknya Memberi Tip Atau Tidak?

bengkel sepeda motor

Di Amerika, dan mungkin beberapa negara di Eropa, memberi uang tip untuk jasa yang kita terima hukumnya hampir wajib, meskipun tidak ada hukum yang mengaturnya. Besarannya pun ada standard yang tidak tertulis, yaitu 15% – 20% dari harga jasa yang kita beli.

Di Indonesia, banyak orang yang sudah mulai memberi tip juga. Misalnya setelah service sepeda motor, saya sering melihat pelanggan memberi uang kepada mekanik yang mengerjakan, di luar biaya service yang dibayarkan ke kasir bengkel.

Demikian juga ketika menggunakan jasa cuci motor, beberapa pelanggan memberikan kembalian biaya cuci motor untuk si pencuci. Misalnya biaya cuci motor Rp. 8.000,-, biasanya mereka membayar dengan selembar sepuluh ribuan, dan kembaliannya untuk si pencuci motor mereka.

terima kasih

Ada yang berpendapat bahwa memberi tip itu kontra produktif. Mekanik di bengkel sepeda motor misalnya, akan menghafal mana pelanggan yang memberi tip mana yang tidak. Ketika si mekanik tahu si pelanggan tidak akan memberi tip, mungkin mereka akan bekerja asal-asalan, alias tidak sesuai standard lagi.



Sedangkan yang mendukung pemberian tip beranggapan bahwa memberi tip adalah bentuk dari sedekah. Apa salahnya membantu orang lain?

Nah, Anda termasuk kategori yang mana? Selalu memberi uang tip, kadang-kadang memberi, atau sama sekali tidak pernah memberi?

Note: gambar dicomot paksa dari google search.



17 Comments

  1. An_Syahri
    05/01/2013
  2. rusmanjay
    05/01/2013
  3. tri
    05/01/2013
  4. PMPO
    05/01/2013
  5. marga
    05/01/2013
  6. paedhimas
    05/01/2013
  7. Muhammad Aulia
    05/01/2013
  8. kharis27
    06/01/2013
  9. afan
    06/01/2013
  10. Motorseo
    13/01/2013
  11. menyusurijalan
    16/01/2013
  12. Rony
    24/01/2013
  13. babat7
    29/01/2013
  14. djkh
    21/07/2013
  15. pt dachang
    20/10/2016
  16. pt dachang
    20/10/2016

Add Comment

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: