Advertisements

Pendapat Pedrosa Tentang Rekan-Rekan Teamnya, Dari Hayden Hingga Marquez

Dani Pedrosa and Marc Marquez

Apa kata Dani Pedrosa tentang Marc Marquez?

Selain Valentino Rossi, ada satu lagi legenda MotoGP yang masih eksis hingga saat ini, siapa lagi kalau bukan Dani Pedrosa. Sudah 15 tahun lebih, Pedrosa malang melintang di balap motor paling bergengsi sejagad ini, dengan prestasi yang luar biasa.

Karirnya di MotoGP dimulai pada tahun 2001 di kelas 125cc. Setelah menjadi juara dunia di kelas 125cc pada tahun 2003, dan dua tahun berturut-turut menjuarai kelas 250cc, apalagi kalau bukan naik ke kelas premier MotoGP.



Meskipun belum pernah menjadi juara dunia di kelas ini, tapi prestasi Pedrosa tidak bisa dianggap enteng. Dari tahun 2006 hingga 2016, hanya sekali Pedrosa keluar dari 5 besar, yaitu di tahun 2016 lalu, di mana Pedrosa menempati posisi ke-6 di klasemen akhir.

Dari 16 tahun kiprahnya di kelas premier MotoGP, Pedrosa tidak pernah pindah dari team Repsol Honda, dan sudah beberapa kali berganti team-mate. Mulai dari Nicky Hayden (2006 – 2008), Andrea Dovizioso (2009 – 2011), dan Casey Stoner (2012), dan Marc Marquez (2013 – 2017).

Nah, apa kata Pedrosa tentang rekan-rekan teamnya tersebut?

Dani Pedrosa and Nicky Hayden

Dani Pedrosa dan Nicky Hayden

Team-mate pertama saya adalah Nicky Hayden. Punya mental yang sangat kuat. Dia tidak peduli kamu setengah detik lebih kencang. Di hari minggu (race day), dia akan selalu bertarung di depan,” kata Pedrosa.

“Andrea Dovizioso, saya selalu ingat tentang ketenangannya. Dia tidak pernah stres melihat apa yang dilakukan orang lain. Tidak ada yang bisa membuatnya keluar dari zona nyamannya.”

Dani Pedrosa and Andrea Dovizioso

Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso

“Casey Stoner, dia adalah sebuah fenomena. Dia tidak butuh rutinitas (latihan, dan lain-lain). Begitu naik motor dia bisa langsung sangat kencang.”

“Marc Marquez, dia bisa belajar banyak dari orang lain, mengambil semua bagian terbaik.”

Dani Pedrosa and Casey Stoner

Dani Pedrosa dan Casey Stoner

Bagaimna dengan Valentino Rossi? Yup, Rossi memang tidak pernah menjadi team-mate-nya, tapi Rossi adalah rival abadinya di MotoGP, sekaligus teman akrabnya.

“Kekuatan Valentino Rossi adalah bahwa … dia adalah Valentino Rossi, sulit untuk dijelaskan, dia sangat kuat saat bertarung jarak dekat, tapi yang lebih dari apapun . . . mentalitasnya selalu menjadi faktor kemenangannya.”

“Baginya, posisi ketiga lebih baik dari pada posisi keempat, dan posisi kedua lebih baik dari pada posisi ketiga, dia tidak pernah menyerah,” pungkas Pedrosa.



Advertisements
Tags: , , , , , ,

Comments
  1. Ms Dhukha
    • Yoshi
  2. Ms Dhukha
    • Yoshi
      • Ms Dhukha

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: