Ini Lho Kejutan Dan Fakta Menarik Seputar Sesi Kualifikasi MotoGP Argentina

hasil kualifikasi MotoGP Argentina 2017

Marc Marquez raih pole position di MotoGP Argentina

Indomoto.com – Sesi kualifikasi MotoGP Argentina yang digelar dini hari tadi WIB berlangsung dramatis dan penuh kejutan. Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Marc Marquez berhasil menjadi pembalap tercepat dan meraih pole position.

Perlu diketahui, sesi kualifikasi yang menentukan posisi grid pembalap saat start sesi race, berlangsung dalam dua babak, yaitu kualifikasi awal (Q1) dan kualifikasi final (Q2), di mana pesertanya ditentukan oleh hasil kombinasi sesi latihan FP1 hingga FP3.

Pembalap yang masuk 10 besar di sesi latihan akan langsung lolos ke Q2, sedangkan pembalap yang berada di luar 10 besar harus melewati babak Q1. 2 pembalap tercepat di Q1 akan mengikuti kualifikasi Q2.

Di hari pertama, di mana sesi FP1 dan FP2 digelar, banyak pembalap unggulan yang kedodoran, karena belum menemukan setting yang tepat untuk motornya. FP3 menjadi harapan mereka untuk memperbaiki laptime.

Sayangnya, sesuai prediksi cuaca, hujan turun saat FP3 berlangsung, harapan para pembalap untuk bisa memperbaiki posisi mereka di timesheet pun pudar.

Trek di sirkuit Termas de Río Hondo pun belum benar-benar kering saat sesi kualifikasi berlangsung.

Berikut fakta-fakta menarik seputar sesi kualifikasi MotoGP Argentina:

1. Banyak pembalap unggulan harus melewati babak Q1

Valentino Rossi

Sesi kualifikasi berlangsung dramatis karena banyak pembalap unggulan yang biasanya selalu berada di depan, justru harus melewati babak kualifikasi awal alias Q1. Seperti Valentino Rossi, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Andrea Iannone, dan Andrea Dovizioso.

Dovi yang mendominasi sesi Q1 harus merelakan posisinya direbut oleh Pedrosa dan Rossi yang membuat laptime terbaik mereka di detik-detik akhir sesi. Pedrosa dan Rossi pun lolos ke Q2.

2. Karel Abraham bikin kejutan

Karel Abraham

Pembalap Pull&Bear Aspar, Karel Abraham membuat kejutan dengan menjadi pembalap kedua tercepat di sesi Q2, hanya kalah sama Marquez yang berhasil meraih pole position.

Sejak sesi FP1, pembalap ganteng asal Cekoslovakia ini memang sudah menunjukkan kekuatannya.

3. Motor team pabrikan Ducati kalah kencang dibanding motor team satelit

Danilo Petrucci

Keberhasilan Karel Abraham, Danilo Petrucci, Loris Baz, dan Alvaro Bautista yang masuk 10 besar sesi kualifikasi juga membuktikan bahwa motor Ducati milik team satelit ternyata justru lebih kencang dari pada motor Ducati milik team pabrikan.

Tentu saja ini aneh, karena pembalap Ducati pabrikan, Dovizioso dan Lorenzo menunggangi Desmosedici GP17 yang tentunya lebih mutakhir dari pada motor Ducati milik team satelit.

Ini menunjukkan bahwa pengembangan motor Ducati sedang menghadapai masalah serius.

4. Vinales hanya menduduki posisi ke-6

Maverick Vinales

Pembalap Movistar Yamaha yang selama ini selalu terdepan di setiap sesi, tiba-tiba terpuruk di kualifikasi, dan harus puas berada di grid ke-6. Sebelumnya Vinales juga terpuruk ke posisi ke- saat sesi latihan FP3.

Apakah trek basah menjadi penyebabnya?

Jika ya, ini menimbulkan kekawatiran team sekaligus penggemarnya. Jangan-jangan Vinales memang kurang jago di trek basah, seperti kasus yang Lorenzo saat berada di team Yamaha. Yup, penggemar MotoGP yang selalu mengikuti berita mengenai sepak terjangnya, pasti tahu tentang kelemahan Lorenzo yang sudah terkenal tersebut.

5. Jorge Lorenzo harus start dari grid ke-16.

jorge lorenzo

Lorenzo mungkin mulai menyesal pindah ke Ducati, pasalnya hingga seri kedua MotoGP 2017 ini, doi tak kunjung bisa menguasai motor Ducati.

Start dari posisi ke-16 tentu sangat menyakitkan buat pemegang gelar juara dunia 5 kali tersebut. Bandingkan dengan saat di Yamaha, di mana Lorenzo hampir selalu mendominasi sesi kualifikasi.




Tags: , , , ,

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: