Templates by BIGtheme NET

Terlalu Banyak Kecelakaan, Perlukah Sirkuit Sachsenring Dirombak Ulang?

Stoner crash at Sachsenring

Setiap tahun, sirkuit Sachsenring, Jerman, selalu memakan korban. Terutama di tikungan ke-11, yang sering juga disebut tikungan air terjun alias waterfall. Dalam 3 hari terakhir, selama sesi latihan dan kualifikasi MotoGP, sudah ada Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, Cal Crutchlow, Hector Barbera. Dan yang paling parah Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa.

Sirkuit Sachsenring memiliki 10 tikungan ke kiri (left-hander) dan 3 tikungan ke kanan (right-hander). Tikungan ke-11 adalah salah satu tikungan right-hander, di mana setelah tikungan ada turunan yang cukup tajam. Oleh karena itulah tikungan maut ini disebut waterfall.

Banyaknya tikungan ke kiri, membuat bagian ban sebelah kanan menjadi dingin dan kurang menggigit ketika sampai di tikungan ini. Inilah alasan yang diduga menyebabkan terjatuhnya para rider.

Menurut Rossi, “Buat saya ban depan dengan dual compound adalah solusi paling mudah untuk masalah tersebut.”

Solusi radikal yang pernah ditawarkan adalah perubahan pada tikungan itu sendiri. “Buat saya perubahan layout track tersebut adalah lebih sulit dari pada membuat sebuah ban depan. Namun itu tetap salah satu pilihan”, lanjut Rossi.

Menurut Crutchlow, “Saya menyukai tikungan yang cepat, jadi saya tidak ingin perubahan seperti itu. Tapi kita sudah melihat banyak rider celaka di tikungan tersebut selama bertahun-tahun.”

Sedangkan Marquez tidak setuju dengan usulan perubahan tersebut, “Tikungan tersebut keren banget. Masalahnya adalah terlalu banyak tikungan ke kiri sebuah tikungan tersebut.”

Menurut saya, hah … siapa saya? He he … saya sebagai penonton tidak setuju dengan perubahan tersebut. Karena dirubah atau tidak, MotoGP tetaplah olahraga yang berbahaya dan mengerikan. Dan tidak bisa dipungkiri, adanya rider yang crash adalah bumbu manis dari entertainment itu sendiri. Kalau semuanya berjalan mulus, lalu kejutan apa yang harus ditunggu?

Nah, bagaimana menurut Anda , masbro?

11 comments

  1. circuit sebagai tatntangan pembalap, jadi siapa yang dapat menaklukkan itulah sang juara 🙂 woke,,bro

  2. Sebetulnya dimanapun sirkuitnya, untuk berpotensi kecelaka’an tetap sangat tinggi. Lahh, kecepatanya aja segitu..kalau sampai salah perhitungan, ya tetap saja jatuh tak terhindar#IMHO heheh 😀

  3. setuju karo sampeyan.. 😀

  4. Gak perlu… Justru jadi tantangan sendiri baut rider supaya gak cuma urusan siapa cepat, tapi juga siapa paling bisa kontrol motor ke batas maksimal untuk menang 🙂

  5. Perlu kayknya nih,terlalu beresiko..

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: