Advertisements

Fungsi Garis-Garis Berwarna Pada Telapak Ban

Arti Warna Garis Di Telapak Ban

Artikel ini bukan untuk menyaingi artikel yang pernah dibuat Mas Ipanase. Namun saya berusaha untuk melengkapi, sesuai pengalaman yang saya dapatkan saat bekerja sebagai staf R&D di sebuah pabrik ban . . . ups . . 🙂

Mungkin ada yang pernah bertanya, apa sebenarnya arti garis-garis berwarna yang ada pada permukaan telapak ban sepeda motor. Menurut Dodiyanto, divisi Marketing New Product Development PT Gajah Tunggal (GT), yang saya kutip dari Motorplus, ini untuk menandakan bahwa ban tersebut masih baru. “Jadi, selama garis warna itu masih ada dapat dipastikan bahwa ban tersebut belum pernah dipakai”.

Jadi kalau seperti itu, artinya . . . artinya Dodiyanto tidak tahu proses pembuatan ban. He he . . . biasa brosis, seperti kebanyakan orang marketing memang tidak tahu proses manufacturing, dan merasa tidak perlu tahu.

Jadi apa dong fungsinya itu garis? Dapat dikatakan bahwa garis-garis tersebut tidak ada gunanya buat konsumen, karena garis-garis tersebut dibuat untuk keperluan proses manufacturing saja.

#1 Sebagai pembeda antar size dan model

Di sebuah pabrik ban, ada banyak sekali size dan model ban, masing-masing membutuhkan material yang berbeda. Kekeliruan pemakaian material akan berakibat fatal, ban tidak akan berbentuk sesuai standard. Nah, untuk mencegah kekeliruan pengambilan material maka dibuatlah garis-garis berwarna (marking line) tersebut. Beda size dan model, beda warna garis.

tire manufacturing - extruding

Garis-garis tersebut dibuat pada saat proses extruding, yaitu pembentukan karet compound menjadi lembaran dengan ukuran lebar, panjang dan kontur tertentu. Material ini nantinya akan menjadi treat (telapak ban) dan sidewall (dinding samping) ban.

#2 Safety: Mencegah sambungan ban terkelupas

Selanjutnya material-material yang diperlukan, bead wire (kawat yang sudah dilapisi karet), topping sheet (semacam kain kasa yang juga sudah dilapisi karet), treat dan sidewall, akan dirakit menjadi bakal ban, yang dalam bahasa kerennya disebut green tire. Proses ini disebut proses building.

tire rotation mark

Di proses ini, ada penyambungan treat. Hasil sambungan ada joint overlap yang berpotensi untuk terkelupas. Sebagai penanda arah joint overlap, garis-garis ini harus berada pada posisi kanan/kiri operator (sesuai SOP).

greentire - tread joint

Kemudian green tire akan melalui proses curing, yaitu pemanasan di mould (cetakan) dengan suhu dan tekanan tertentu. Pada mould ini terdapat marking arah rotasi ban. Oleh karena itu pemasangan green tire pada mould harus memperhatikan garis-garis berwarna tadi, agar overlap searah dengan rotasi ban. Kesalahan arah overlap akan mengakibatkan sambungan tersebut mudah mengelupas pada saat ban digunakan.

Bingung gan? Saya juga bingung nulisnya. Mending lihat gambarnya aja deh 🙂

Advertisements
Tags: , , , , , , , , , ,

Comments
  1. Muhammad Aulia
    • Yoshi
  2. Bonsai Biker
  3. bapakeVALKYLA
  4. Maskur
    • Yoshi
  5. rusmanjay
    • Yoshi
  6. capung2
    • Yoshi
  7. ALEZ
    • Yoshi
  8. Yoshi
  9. SuRyA
    • Yoshi
      • SuRyA
  10. Rony
  11. Tjile
  12. afan
  13. rider

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: