Templates by BIGtheme NET

Review Mudik Jakarta-Blitar Dengan Bus Lorena

Bis Lorena

Mungkin agak telat nih artikel. Tapi tak apalah, toh masih bulan Syawal, masih wajar ngomongin pengalaman seputar mudik Idul Fitri 1433H kemarin.

Berhubung nyari tiket kereta api sulit sekali, maka saya memilih bis Lorena, kebetulan juga memang sudah langganan di sana. Dapat tiket untuk keberangkatan tanggal 17 Agustus 2012, jam 19:00. Si mbak yang melayani pembelian tiket sempat bilang bahwa, “bis mungkin akan sedikit terlambat”. Saya maklum, kalau lebaran emang suka begitu.

Singkat cerita, pada hari H-nya, saya sudah siap di pool Lorena Tajur sekitar jam 17:15, lebih awal dari jadwal, takut ketinggalan bis soalnya. Pada jam keberangkatan yang direncanakan bis belum nongol, wajar, dimaklumi. Jam 21:00 belum nongol juga, saya tanya ke petugas yang ada di kantor, jawabnya “kurang lebih jam 11 pak”. OK, saya tunggu.

Jam 11 malam berlalu . . . tak ada tanda-tanda bis akan nongol. Sebenarnya saya maklum-maklum saja, cuma yang saya sayangkan tidak ada sama sekali pengumuman dari pihak Lorena, melalui speaker misalnya, apalagi permintaan maaf. Mungkin mereka terlalu angkuh untuk melakukannya.

Akhirnya bis yang ditunggu-tunggu pun siap berangkat, jam 03:00 dini hari, 18 Agustus 2012. Muter-muter dulu ambil penumpang di Lebak Bulus, Pulogadung, Bekasi, dan Karawang. Untung lalu lintas sangat lancar di jam segitu, jadi gak terlalu bete.

Masuk tol Cikampek, si kenek langsung memutuskan untuk lewat tol Cipularang menuju Bandung, jalur yang gak semestinya ditempuh Bis Lorena jurusan Blitar. Secara pribadi saya sangat setuju dengan keputusan kenek tersebut, karena melalui Twitter, saya dapat info bahwa pintu tol Cikampek dan sepanjang Pantura macet luar biasa parah.

macet-di-cileunyi

Macet di Cileunyi

Perjalanan di tol Cipularang lancar jaya sampai keluar pintu tol Cileunyi. Selanjutnya macet, merayap . . . yap . . yap . . sampai Tasikmalaya. Nah, di sini bis mulai bermasalah, tidak kuat menanjak dan bunyi “nguk nguk” setiap kali kopling ditekan. Kebetulan saya duduk di seat paling depan sehingga saya mendengar semua pembicaraan antara kenek dan sopir.

Selanjutnya agak lancar. Sampai Banjar pas Magrib. Sepanjang Banjar – Kebumen – Yogyakarta pun tidak bisa dibilang lancar, padatnya kendaraan yang melalui jalan tersebut, sempat beberapa kali harus ketemu macet.

Yogyakarta – Solo – Sragen lancar. Di Sragen melihat orang-orang sudah mulai berangkat untuk sholat Ied. Dan saya masih saja di atas bis. Sedih sekali bro 🙁

Selanjutnya perjalanan lancar, sampai Blitar sekitar jam 11 siang, 19 Agustus 2012. Inilah perjalanan mudik yang paling parah selama saya merantau di Jakarta.

14 comments

  1. Gak pernah mudik lebaran naik bus…selalu pake motor… 😀

  2. itulah seninya mudik mas, btw saya dulu juga sempet keluar air mata, soale pas mudik Malang-Madiun (deket) di Jombang gak dapat2 bis, sedangkan suara takbir sudah ramai menggema.. akhirnya jam 12 malam baru dapat dan nyampe dinihari di madiun, walau dengan berdiri umpel2’an.

  3. Tri_Aja_Gunung_Kidul

    Kapan lagi Bro,capek lelah dsb langsung ilang waktu ketemu ibu/bpk pas dah nunggu didepan pintu,sumkem sujud deh sambil nangis huhu…
    selagi orang tua kita masih ada seberapapun beratnya akan kita jalani mudik kekampung halaman tumpah darah kita …hehe ane BISMANIA bro tapi BIKER jg.

  4. Mas Yoshi, salam kenal dari wong babadan wlingi, sampeyan wlingi mana? Maturnuwun

  5. Manteb banget 🙁

  6. Coba Pakai Harapan Jaya mas bro!!…..

  7. kalo saya lebih suka naik po harapan jaya ketimbang naik lorena karena lorena bus nya suka mogok…

    • harapan jaya dari jakarta sampai blitar brapa jam bang?
      aku baru pernah naik Pahala, Kramat doank. Lagi pengen nyobain merk2 lain. hehe

  8. Enak naik pahala kencana bis nya enk, cepat lagi

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: