Templates by BIGtheme NET

Sepeda Motor Mendominasi Kecelakaan Lalu Lintas Selama Mudik 2011

sepeda motor

Hari ini ada pertanyaan menarik di Yahoo! Answer, “Bikers, apa tanggapan anda atas maraknya kecelakaan pengendara sepeda motor saat mudik lebaran tahun 2011 ini?” Mudik selain membawa kegembiraan, ternyata menyisakan kepedihan juga 🙁 Menurut Metronews, ada 4.482 unit sepeda motor mengalami kecelakaan di berbagai daerah di Indonesia sepanjang 23 Agustus hingga 7 September 2011.

Tentunya banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kecelakaan. Pengendara sepeda motor memang memegang peran paling penting, tapi tidak cukup menyalahkan pengendaranya saja, tanpa melihat faktor-faktor yang lain.

Faktor Pengendara

  • Mengendarai sepeda motor untuk mudik bukanlah pilihan yang menyenangkan, akan tetapi lebih karena keterpaksaan. Sebagian besar dari pemudik memilih naik sepeda motor karena faktor ekonomi, tiket bus, kereta api dan pesawat terbang terlalu mahal. Kereta api yang diharapkan bisa menjadi kendaraan umum yang ekonomis, kondisinya sangat tidak nyaman.
  • Jarak tempuh yang jauh mengakibatkan kelelahan, mengantuk dan hilangnya konsentrasi.
  • Kurangnya disiplin berlalu lintas. Sebagai biker, saya sering melihat orang-orang yang suka pindah-pindah jalur tanpa menyalakan lampu sign terlebih dahulu, dan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan di luar kemampuan kendali. Dan tidak munafik, kita mungkin juga pernah khilaf melakukan hal-hal seperti itu juga.
  • Beban yang terlalu berat menyebabkan pendendalian sepeda motor menjadi lebih sulit. Biasanya pemudik membawa serta anak, istri dan barang-barang buat keperluan di kampung.

Faktor Kendaraan

Masih banyak pengendara yang tidak merawat kendaraan mereka dengan benar. Bagi mereka yang penting sepeda motor kinclong 🙂 sebenarnya ada faktor lain yang jauh lebih penting dari pada sekedar kinclong, terutama pada komponen-komponen yang berhubungan langsung dengan keamanan (safety) misalnya kondisi ban sepeda motor dan kondisi pengereman.

Ban yang gundul akan licin dan mudah tergelincir, sehingga sepeda motor sulit dikendalikan. Sepatu disc break atau tromol, mungkin karena letaknya yang tersembunyi, sering kali lolos dari pengamatan pengendara. Mungkin juga faktor ekonomi (lagi-lagi) yang menyebabkan mereka enggan mengganti ban atau sepatu rem.

Faktor Infrastruktur

Jumlah pemudik yang luar biasa sudah tidak mampu lagi ditampung oleh infrastruktur yang ada sekarang ini. Terlalu padatnya kendaraan menyebabkan tingginya potensi kecelakaan, karena kendaraan makin mudah bersenggolan dengan kendaraan yang lain. Kalau yang bersenggolan mobil, mungkin cuma lecet-lecet saja body-nya, lha kalau sepeda motor, karena rodanya cuma dua pasti lebih mudah jatuh.

Masalah infrastruktur memang dilema besar bagi pemerintah. Pembangunan infrastruktur tidak sebanding dengan perkembangan jumlah kendaraan. Alternatifnya, jumlah sepeda motornya yang akan dibatasi, seperti gagasan yang diungkapkan Bang Foke beberapa hari yang lalu. Mungkin bisa diikuti juga oleh daerah lain.

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: