Templates by BIGtheme NET

Jangan Tertipu, Simak 4 Tips Memilih Web Developer

web-developer-indonesiaBeberapa hari yang lalu, ada seseorang teman yang menghubungi saya, semula melalui sms kemudian dilanjutkan dengan chatting menggunakan YM!. Teman saya ini, sebut saja Mas Joko (tentu saja bukan nama sebenarnya), meminta bantuan saya untuk memindahkan situsnya dari web hosting lama ke web hosting baru, karena situsnya tidak bisa diakses lagi.

Setelah chatting yang panjang, singkat cerita, akhirnya kami menemui jalan buntu. Lha bagaimana saya bisa bantu? Situsnya tidak bisa diakses, dan ternyata Mas Joko ini tidak punya akses ke hosting control panel (ternyata situsnya di-host di web hosting gratisan). Mas Joko juga tidak punya akses pula ke domain manager (atau domain control panel), karena semuanya terdaftar atas nama web developernya.

Sayangnya web developernya tidak kooperatif, dia tidak mau memberikan akses ke server hosting maupun ke domain manager.

Cerita di atas hanyalah salah satu contoh kisah kerjasama client – web developer yang tidak happy ending di sisi client. Sebenarnya kasus seperti ini sudah sering terjadi, tapi ini adalah kali pertama saya menemuinya sendiri.

Dari pengalaman itu, saya mencoba untuk menuliskan tips-tips memilih web developer, supaya Anda tidak “tertipu” seperti yang dialami Mas Joko. Semoga tips ini bermanfaat buat Anda yang sedang membutuhkan jasa web developer.

#1 Lihat portfolionya

Sebelum memutuskan untuk memilih seorang web developer untuk situs Anda, pertama tengoklah terlebih dahulu situs-situs yang sudah pernah dibuat oleh web developer tersebut. Jika si web developer tidak menampilkan portfolio di sales letter atau di penawarannya, maka mintalah. Seorang web developer yang berpengalaman tentu memiliki portfolio, dan seorang web developer yang percaya diri, tentu tidak ragu menunjukan portfolionya kepada calon client.

Beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan pada situs-situs dalam portfolio tersebut antara lain :

  • Apakah designnya orisinil (bukan theme / template gratisan)
  • Apakah designnya menarik
  • Apakah navigasinya mudah
  • Apakah loadingnya cepat
  • Apalah situsnya SEO friendly

Di FJB Kaskus, ada web developer yang menunjukkan portfolio dalam iklannya. Sayangnya semua portfolionya ternyata menggunakan nama domain gratisan, macam .co.cc dan .tk. Saya kuatir clientnya adalah seorang yang tidak serius dengan bisnisnya. Kalau Anda menemukan yang seperti ini, maaf, carilah web developer yang lain.

#2 Jangan memilih web developer yang menawarkan harga terlalu murah.

Satu lagi contoh di FJB Kaskus, ada web developer yang menawarkan jasanya dengan harga Rp. 100.000,-. Unbelievable! Dengan harga segitu, Anda berharap mendapatkan situs yang cakep, dengan design sesuai keinginan Anda?

Masalah harga jasa web developer, tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan situs Anda. Jika Anda menginginkan custom design dengan aplikasi yang spesifik, masa sih Anda tega membayar dengan Rp. 100.000,- ?

Kalau akhirnya Anda tertipu ya jangan sedih, karena Anda punya andil dalam memancing penipuan tersebut. Jangan bingung.

#3 Tentang Nama Domain dan Web Hosting

Nama domain dan seluruh konten situs Anda adalah aset Anda yang sangat berharga. Oleh karena itu harus terdaftar atas nama Anda, dan benar-benar menjadi milik Anda. Seperti contoh kasus yang saya sampaikan di atas, Mas Joko kehilangan nama domain, seluruh konten situsnya, dan semua bisnis online-nya, karena web developer yang tidak jujur mendaftarkan nama domain untuk dirinya sendiri.

Cara paling efektif untuk mencegah penipuan seperti itu adalah, jangan pernah memberi web developer akses ke domain manager (atau domain control panel). Mendaftarkan nama domain dan sewa web hosting tidaklah sulit. Anda dapat langsung berhubungan dengan web hosting yang terpercaya. Bagaimana memilih web hosting yang terpercaya dapat dilihat di sini.

Setelah semua terdaftar, cukup berikan username dan password untuk akses ke control panel web hosting saja kepada web developer yang telah Anda tentukan.

Setelah project selesai, jangan lupa untuk mengganti password web hosting Anda.

8 comments

  1. Kalo portfolionya domain gratisan, pasti kena tipu tuh..

    – xrvel

  2. selain portofolio , masukan dan informasi dari pihak ketiga juga perlu. kalau untuk domain apapun yang terjadi lebih aman daftar sendiri.

    cuman yang jadi kesalahan paling fatal adalah karena ketidak tahuan dan karena terlalu percaya dengan orang. terima kasih atas infonya ya gan ..

    dan terima kasih sudah mampir ke tempat saia (alay mode on)

  3. klo desainnya awalnya template gretongan terus diedit gmn tuh?

  4. Yupp..thanks tipsnya masbro …

  5. Saya jadi ingat katanya bang Napi dulu ….

    Kejahatan terjadi karena ada kesempatan.

    Salam

  6. Thanks untuk infonya.

  7. Saya juga dulu pernah mengalami yang sama pada saat saya masih belum tahu banyak ttg website. Saya mau buatkan web buat orang tua. Setelah harga disetujui maka web pun jadi. Namun setelah saya belajar sendiri dan ingin mengambil alih domain panel nya untuk memindahkan hosting nya, si web developer meminta tambahan Rp. 300 ribu untuk domain nya karena domain atas nama si web developer. Lesson is learned. Jangan pernah mau registrasi domain atas nama orang lain.. Lagian regsitrasi domain kan cuma $7-$10 , tidak sampai $30 kecuali di beberapa registrar. Banyak orang kita yang mempergunakan ketidaktahuan orang tentang beberapa hal dengan charge mahal. Suatu tindakan yang tidak terpuji sama sekali.

  8. wahh.. pembahasan master blog nich… thx share-nya !

Tulis komentarmu

%d bloggers like this: